Syiah Bukan Islam: Mengungkap Fakta yang Harus Diketahui : albahjah.or.id
Syiah Bukan Islam: Mengungkap Fakta yang Harus Diketahui : albahjah.or.id

Syiah Bukan Islam: Mengungkap Fakta yang Harus Diketahui : albahjah.or.id

Pendahuluan

Halo semuanya! Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas topik yang menarik dan kontroversial sekaligus: “Syiah Bukan Islam”. Ada banyak kesalahpahaman dan stereotip yang melekat pada kelompok ini, dan artikel ini akan melakukan upaya untuk menjelaskan hal-hal yang perlu diketahui tentang Syiah dalam konteks agama Islam secara santai dan informatif. Mari kita mulai!

Apa itu Syiah?

Sebelum kita membahas lebih jauh apakah Syiah adalah bagian dari Islam atau tidak, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Syiah. Syiah adalah salah satu dari dua cabang utama dalam Islam, yang lainnya adalah Sunni. Kedua cabang ini memiliki perbedaan dalam pemahaman doktrin dan sejarah, tetapi keduanya sepakat dalam keyakinan dasar sebagai umat Muslim.

1. Sejarah Awal Syiah

Sejarah Syiah dimulai setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M. Pada saat itu terjadi perdebatan tentang suksesi kepemimpinan Muslim yang mengarah pada pemisahan antara kelompok yang percaya bahwa kepemimpinan harus diturunkan secara keturunan dari keluarga Nabi (Syiah) dengan kelompok yang percaya bahwa pemimpin harus dipilih oleh umat Muslim secara kolektif (Sunni).

2. Ajaran dan Pemahaman Syiah

Salah satu perbedaan penting antara Syiah dan Sunni adalah dalam pengakuan keimaman. Syiah meyakini bahwa imam-imam keturunan Ali bin Abi Thalib memiliki otoritas spiritual yang lebih tinggi daripada pemimpin politik pada masa itu. Selain itu, Syiah juga memiliki pemahaman doktrinal dan praktik keagamaan tertentu yang berbeda dari Sunni.

3. Persekusi dan Kontroversi

Sejarah Syiah juga ditandai dengan berbagai peristiwa yang menimbulkan persekusi terhadap kelompok ini. Di berbagai negara dengan mayoritas Sunni, Syiah sering menjadi minoritas yang teraniaya dan diskriminasi. Kontroversi juga sering muncul karena perbedaan dalam praktik keagamaan dan perayaan hari raya, yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Sunni.

Apakah Syiah Masih Dapat Dikategorikan sebagai Bagian dari Islam?

Terkait dengan pernyataan “Syiah Bukan Islam”, ini adalah pandangan sempit yang tidak mencerminkan realitas sejarah dan teologi Islam. Meskipun ada perbedaan antara Sunni dan Syiah, keduanya tetap berakar dalam keyakinan dasar sebagai Muslim. Tidak benar untuk mengkategorikan Syiah sebagai kelompok di luar Islam. Namun, sebagai umat Muslim, kita harus menghargai perbedaan dan menekankan pada persatuan dalam umat Islam.

1. Kesamaan dalam Keyakinan Dasar

Baik Sunni maupun Syiah meyakini adanya satu Tuhan yang sama, yaitu Allah SWT, dan meyakini Muhammad SAW sebagai nabi terakhir. Mereka juga berpegang pada Al-Qur’an sebagai kitab suci, dan menjalankan prinsip-prinsip dasar Islam seperti salat, puasa, zakat, dan haji. Oleh karena itu, ada banyak aspek dalam kehidupan beragama kedua kelompok ini yang sama.

2. Persatuan dalam Keragaman

Sebagai bagian dari umat Muslim, penting bagi kita untuk memahami dan menghormati perbedaan di antara kita. Menyamakan keseluruhan kelompok Syiah dengan kelompok di luar Islam adalah tidak adil dan dapat memperdalam perpecahan dalam umat Islam itu sendiri. Sebagai umat Muslim, kita harus mempromosikan persatuan dan saling pengertian dalam keragaman keyakinan dan praktik.

FAQ tentang Syiah dan Islam

Pertanyaan Jawaban
1. Apakah semua Syiah menganggap Sunni sebagai kafir? Tidak, tidak semua Syiah menganggap Sunni sebagai kafir. Pandangan ini lebih merupakan sikap kelompok ekstrem dan tidak mencerminkan pemahaman mayoritas umat Syiah.
2. Bagaimana hubungan antara Syiah dan Sunni? Hubungan antara Syiah dan Sunni telah ditandai oleh konflik sejarah dan perbedaan pemahaman. Namun, sebagai umat Muslim, kita harus mencari persatuan dan saling pengertian dalam keragaman keyakinan.
3. Apakah Syiah melakukan praktik ibadah yang berbeda dari Sunni? Ya, Syiah memiliki beberapa praktik ibadah yang berbeda dari Sunni. Namun, perbedaan ini tidak mempengaruhi esensi keberagaman mereka sebagai Muslim.
4. Mengapa ada persekusi terhadap Syiah di beberapa negara dengan mayoritas Sunni? Persekusi terhadap Syiah di beberapa negara dengan mayoritas Sunni disebabkan oleh faktor sejarah, politik, dan sosial yang kompleks. Hal ini menunjukkan perlunya mempromosikan toleransi dan keadilan di dalam umat Islam.

Kesimpulan

Dalam kesimpulan, perlu dipahami bahwa Syiah adalah salah satu cabang dalam Islam yang memiliki perbedaan sejarah dan pemahaman dengan Sunni. Namun, perbedaan tersebut tidak mengubah hakikat mereka sebagai Muslim. Sikap saling pengertian dan persatuan harus menjadi prinsip utama kita dalam menghadapi perbedaan ini. Jangan percaya klaim bahwa “Syiah Bukan Islam” secara langsung, karena hal itu hanya akan memperdalam perpecahan dalam umat Islam itu sendiri. Mari kita tingkatkan pemahaman kita tentang perbedaan dan bekerja sama untuk mencapai persatuan dalam umat Islam. Terima kasih atas perhatiannya!

Sumber :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *